Translate

Selasa, 14 Juni 2016

I Look I Doing : Part 2 - Bagaikan di Telan Bumi (JPS)

          Awalnya begitu indah yang kurasakan, rasa yang tak pernah kurasakan sebelumnya, kau hadir disaat yang tepat, disaat hatiku yang remuk, hadirmu sejukkan jiwa dan ragaku, kau sungguh berbeda dari seribu wanita yang pernah kutemui, aku tak mengerti mengapa aku merasakan hal yang demikian tapi itulah yang benar-benar kurasakan dan tak bisa kuandaikan dengan hal apapun di dunia ini, kau terus oleskan warna-warna tinta yang membuat hatiku begitu indah dan sempurna, Kecantikan Paras dan Hatimu seperti kelauan berlian yang benderang di tengah kegelapan. Tak pernah kurasakan benar-benar tak pernah kurasakan hal sedemikian dalam hidupku seumur hidupku, dan akupun mulai berpikir dan yakin bahwa kaulah cinta sejatiku kaulah bidadari tanpa sayapku, semakin bertambah hari demi hari kita semakin menyatu bagaikan yin dan yan saling melengkapi satu sama lain.

       Kelembutan, kasih sayankmu memperdayakan aku, apalagi suatu kejadian itu kau begitu sabar dan ikhlas menungguku yang membuatku semakin mabuk kepayang terhadapmu.

          Ketika sang mawar yang elok kudapat agar kau mengerti itulah perasaan yang kurasakan terhadapmu dan ingin kuberikan terhadap sang pujaan hati, namun mawar itu seakan mulai menghitam dan kering dan ternyata kusadari bahwa dia sudah layu karena terlalu lama menunggu sang pemilik hati, suasana yang indahpun terasa begitu rancu, kitapun bertengkar hebat tanpa kusadari aku telah menyakitimu telah membuatmu bersedih, dan akupun tak tahu mengapa semua ini bisa terjadi, akupun tak tahu harus berbuat apa, seribu maap kuucapkan meski ku tak tahu aku salah apa, perlahan namun pasti kau bisa memaafkan diriku tapi itu tak tulus aku tahu akan hal itu, 

          Hari bertambah hari kurasakan kau pelan-pelan namun pasti, sedikit demi sedikit mulai kumerasakan menjauh dariku, bagaikan rumput yang dicabut dari permukaan tanah, dan pada suatu ketika dirimu lenyap dan menghilang bagaikan ditelan bumi, tidak menghilangkan jejak sedikitpun dan tak membekas kemana akan kepergianmu, mengapa ini terjadi kepadaku, hatiku hancur seketika, jiwa ragaku seakan musnah benar-benar sakit kurasakan, hidupku seakan selesai, dan ku tak tahu harus berbuat apa lagi, hanya rasa putus asa yang mendominasi jiwaku.

Dear : JPS 20 Sep 96 Ngantru

A Name A Story - 2016 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar